Rekayasa Interaksi Informasi

Banyak literatur yang membahas tema ini dan begitu banyak definisi yang dijabarkan sehingga begitu banyak interpretasi dalam proses pemahaman kita terhadap tema ini. Akan tetapi, dari semua definsi tersebut sudahkan kita mengerti konsep dasar pemakaiannya? Sudahkah kita menerapkan konsep rekayasa interaksi pada proses pengembangan perangkat lunak? Pertanyaan ini lah yang menurut saya menjadi persoalan utama dari tema ini. Rekayasa interaksi tidak pernah menyediakan kerangka kerja (framework) yang nyata untuk digunakan, sehingga para praktisi teknologi informasi bisa dibilang menempelkan konsep hasil interpretasinya pada metode-metode yang digunakan seperti RUP, agile, UML, dan sebagainya. Apakah itu berhasil? Sebagian ya dan sebagian tidak.

Pengalaman saya sekitar 1 tahun mempelajari teori dari rekayasa interaksi sendiri, ternyata belum sanggup untuk kemudian digunakan dalam proses pengembangan perangkat lunak yang sebenarnya. Melalui pengalaman sekitar 2 tahunan berhubungan langsung dengan proses pengembangan perangkat lunak di dunia nyata yang kemudian menyadarkan, ternyata teori itu tidak semudah yang diperkirakan untuk diterapkan. Pertanyaan saya adalah bagaimana cara anda semua menggunakannya? Saya yakin sekali berbeda orang yang menjawab berbeda pula metodenya. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, interpretasi orang-orang yang berbedalah yang kemudian menyebabkan hal ini.

Saat ini saya kembali mencoba mendalami teori-teori mengenai rekayasa interaksi dan saya menemukan hal menarik dari artikel yang berjudul Information Interaction Design : A Unified Field Theory of Design, by Nathan Seedorff, Chief Creative Officer, vivid studios. Artikel ini memaparkan sebuah teori mengenai rekaya interaksi informasi (information interaction design). Saya adalah praktisi teknologi informasi yang mengembankan aplikasi-aplikasi berbasis web yang mana informasi adalah hal yang menjadi titik penting dalam proses analisis saya. Lalu bagaimana sebenarnya rekayasa interaksi informasi itu? Continue reading “Rekayasa Interaksi Informasi”

Advertisements